Berita / Detail
Rabu, 23 April 2025
|
Kegiatan DKP
18

Antisipasi Kemarau, Kepala DKP Pekanbaru Ikuti Zoom Meeting Bersama Gubernur RIau

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mendampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengikuti rapat secara zoom meeting bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid, Rabu (23/4/2025) siang.


Rapat ini terkait ekspose Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tekait dengan prediksi musim kemarau tahun 2025 yang akan terjadi di Provinsi Riau.


Gubernur Riau,Abdul Wahid pada kesempatan membuka acara mengungkapkan Terima kasihnya kepada BMKG yang secara rutin dan periodik menyampaikan laporan terkait kondisi perkiraan musim di Provinsi Riau yang hampir setiap tahun dihadapkan dengan persoalan potensi kebakaran hutan daln lahan.


''Saya berharap informasi ini dapat digunakan oleh smeua pihak sebagai panduan untuk meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan khususnya di Provinsi Riau,''ungkap Gubernur Abdul Wahid.


Dia menjelaskan, Pemprov Riau akan senantiasi bersinergi dengan BMKG, kepolisian, TNI dan stake holder lainnya dalam upaya memastikan Riau tetap aman dan kondusif.


Gubernur Abdul Wahid juga menjelaskan, pada 25 April 2025 yang akan datang akan dilaksanakan jambore Karhutla. Kegiatan ini dalam rangka edukasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap terjaga dan dampak musim kemarau dapat diantisipasi sedemikian mungkin dan bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak bencana yang cukup parah seperti tahun-tahun sebelumnya.


Sementara itu, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco mengungkapkan perubahan situasi musim saat ini perlu untuk dilakukan langkah-langkah antisipasi.


Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan, Maisisco mengungkapkan pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan yang potensial disebabkan musim kemarau dan bisa menyebabkan gangguan terhadap kondisi ketahanan pangan di Kota Pekanbaru.


''Jadi, kita akan mitigasi dan memetakan daerah-daerah potensial penghasil pertanian dan melakukan sinergi dan melakukan penyesuaian pola tanam,''ungkap H. Maisisco.


Penyesuaian pola tanam ini, dikatakan dia penting dilakukan untuk memastikan tingkat kesuksesan dari program penanaman yang dilakukan oleh petani dan mengantisipasi kegagalan yang disebabkan perubahan musim. khususnya di Kota Pekanbaru.


Meskipun musim kemarau pada tahun 2025 ini diperkirakan akan relatif lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya, namun dengan dua kali puncak musim penghujan dan 2 kali musim kemarau yang akan berlangsung sampai periode Juli yang akan datang, dengan penyesuaian pola tanam, dihadapkan bisa mengurangi dampak negatif dan meningkatkan produktivitas dalam pemanfaatan lahan.


Maisisco juga menjelaskan, pentinya menghitung waktu tanam dan musim panen sesuai dengan perubahan cuyaca yang akan terjadi. 


Dia juga menyarankan agar bibit tanaman yang digunakan juga benar-benar dipilih yang tahan cuaca.


Guna mencegak kebakaran hutan dan lahan, Maisico juga mengimbau pada seluruh masyarakat, pemilik lahan untuk tidak melakukan cara-cara bakar lahan untuk bercocok tanam.


Dia juga memastikan akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan daerah penghasil untuk memastikan ketersediaan pangan tetap tercukupi dengan baik dalam proses peralihan musim yang akan berlangsung dalam waktu singkat ini. (*)


TAGS : #Antisipasi # Kemarau # Kepala

BAGIKAN :


Ada Pertanyaan ?

Hubungi Kami di Whatsapp